Panduan
Cara Buat Rute Lari di Google Maps secara Gratis
Cara membuat rute lari di Google Maps, menghitung jarak, mengecek elevasi, dan mengubahnya menjadi rute yang siap dipakai untuk latihan.
Terbit · 4 menit baca
Google Maps bisa membantu kamu mencari jalan dan mengukur jarak, tetapi fitur pengukuran jaraknya tidak dibuat khusus untuk pelari. Kalau kamu ingin membuat rute lari di Google Maps, cara paling praktis adalah memakai Google Maps untuk mencari area dan jalan, lalu memakai route builder untuk menggambar rute, menghitung jarak, dan mengecek elevasi dengan lebih rapi.
Panduan ini membahas dua cara: pengukuran cepat langsung di Google Maps dan pembuatan rute yang lebih lengkap dengan tool online.
Cara mengukur rute lari di Google Maps
Cara ini cocok kalau kamu hanya ingin mengetahui perkiraan jarak sebelum berlari.
- Buka Google Maps di laptop atau desktop.
- Cari taman, kompleks, atau titik awal rute. Misalnya Gelora Bung Karno atau jalur Car Free Day Sudirman di Jakarta, Taman Bungkul di Surabaya, Boulevard UGM di Yogyakarta, atau Gasibu di Bandung.
- Klik kanan titik awal.
- Pilih Measure distance atau Ukur jarak.
- Klik titik-titik berikutnya di sepanjang jalan yang ingin kamu lewati.
- Buat beberapa titik tambahan saat jalan berbelok agar hasilnya lebih mendekati rute sebenarnya.
- Periksa total jarak yang ditampilkan di bagian bawah peta.
Cara ini menggunakan garis pengukuran antar titik. Google Maps tidak selalu memilih jalur lari yang paling masuk akal secara otomatis, jadi jangan hanya menghubungkan titik awal dan akhir.
Tips agar hasil pengukuran lebih akurat
- Letakkan titik di sisi jalan, bukan di tengah blok atau bangunan.
- Tambahkan titik di setiap belokan besar.
- Hindari memasukkan jalan tol, jalan privat, sungai, atau area yang tidak boleh dilewati.
- Buat rute pulang-pergi jika ingin kembali ke titik awal.
- Tambahkan jarak sedikit untuk pemanasan dan pendinginan jika diperlukan.
Sebagai contoh, target rute 5K tidak harus berhenti tepat di angka 5,00 km. Rute sepanjang 4,8 sampai 5,2 km masih bisa dipakai untuk latihan 5K, selama kamu sudah tahu bagian mana yang perlu ditambah atau dipotong.
Kekurangan membuat rute hanya dengan Google Maps
Google Maps berguna sebagai peta dasar, tetapi ada beberapa keterbatasan untuk kebutuhan lari:
- Pengukuran manual tidak otomatis mengikuti trotoar atau jalur lari.
- Ringkasan elevasi tidak selalu tersedia untuk rute yang dibuat dengan Measure distance.
- Tidak ada ekspor GPX langsung dari fitur pengukuran biasa.
- Sulit mengatur target pace dan waktu finish.
- Rute yang sudah dibuat tidak otomatis menjadi aktivitas olahraga.
Kalau kamu hanya ingin melihat jarak, kekurangan ini tidak masalah. Kalau kamu ingin menyiapkan rute latihan atau file yang bisa dipakai di perangkat olahraga, gunakan route builder khusus.
Cara membuat rute lari online yang lebih rapi
Dengan pembuat rute GPX Fakepace, kamu bisa mencari lokasi lalu menggambar titik-titik rute pada peta. Mesin routing akan membantu menyesuaikan jalur ke jalan dan jalur yang tersedia.
Alurnya:
- Buka pembuat rute.
- Cari lokasi awal menggunakan kotak pencarian.
- Klik titik-titik di jalan atau jalur yang ingin digunakan.
- Periksa jarak dan elevasi yang dihitung.
- Geser atau hapus titik yang membuat rute melewati area yang tidak bisa dilewati.
- Beri nama rutenya lalu unduh sebagai file GPX untuk jam tanganmu.
Untuk latihan biasa, periksa rute secara langsung sebelum berlari. Data peta bisa terlambat diperbarui, terutama untuk jalur taman, trotoar, dan jalan kecil.
Cara memilih rute berdasarkan tujuan latihan
Rute yang baik bergantung pada jenis latihan yang kamu lakukan:
- Easy run: pilih rute sederhana dengan sedikit persimpangan dan elevasi ringan.
- Interval: gunakan taman atau jalan panjang yang aman dan mudah diukur.
- Hill repeat: cari satu tanjakan yang cukup panjang, lalu buat beberapa putaran.
- Long run: pilih rute dengan akses air, tempat istirahat, dan beberapa pilihan jalan pulang.
- Race simulation: gunakan jarak yang mendekati target dan hindari terlalu banyak berhenti.
Jangan hanya mengejar jarak. Keamanan, kondisi jalan, penerangan, dan akses bantuan juga penting.
Google Maps, route builder, atau aplikasi olahraga?
Gunakan Google Maps untuk mencari lokasi dan memahami kondisi jalan. Gunakan route builder untuk menggambar rute yang mengikuti jalan, mengecek jarak dan elevasi, serta menyiapkan file. Gunakan aplikasi olahraga atau smartwatch untuk merekam aktivitas yang benar-benar kamu lakukan.
Jika kamu membutuhkan file rute untuk perangkat atau aplikasi olahraga, baca panduan cara membuat file GPX rute lari. Untuk target pemula, kamu juga bisa mulai dari template rute lari 5K.
Ringkasan
Google Maps bisa dipakai untuk mengukur perkiraan jarak rute lari. Untuk hasil yang lebih lengkap, gambar ulang rute di route builder yang mendukung road snapping dan data elevasi. Selalu periksa jalurnya secara langsung sebelum berlari.
Rute hanyalah rencana. Yang tercatat sebagai latihan tetap aktivitas yang benar-benar kamu jalani.
Tanya jawab
- Apakah Google Maps bisa membuat rute lari?
- Bisa untuk merencanakan jalur dan mengukur jarak, tetapi Google Maps tidak menyediakan fitur khusus untuk membuat dan menyimpan rute lari seperti aplikasi olahraga. Untuk rute yang lebih detail, gunakan tool route builder yang mendukung jalan kaki dan ekspor file.
- Bagaimana cara menghitung jarak rute lari di Google Maps?
- Buka Google Maps di desktop, klik kanan titik awal, pilih Measure distance, lalu klik titik-titik berikutnya di sepanjang jalur. Total jarak akan muncul di bagian bawah peta.
- Apakah rute dari Google Maps bisa diekspor ke GPX?
- Google Maps biasa tidak menyediakan ekspor GPX secara langsung. Gambar ulang rutenya di pembuat rute GPX seperti Fakepace, lalu unduh filenya — gratis dan tanpa akun.
- Bagaimana cara mengetahui rute lari memiliki banyak tanjakan?
- Google Maps tidak selalu menampilkan ringkasan elevasi untuk rute yang diukur manual. Gunakan aplikasi atau route builder yang menyediakan data elevasi, lalu periksa total tanjakan sebelum berlari.