Panduan
Cara Membuat File GPX untuk Rute Lari Sendiri
Pelajari cara membuat file GPX untuk rute lari, menggambar jalur di peta, mengecek jarak dan elevasi, lalu memakainya untuk navigasi.
Terbit · 4 menit baca
File GPX adalah file pertukaran data GPS yang dapat menyimpan titik-titik koordinat sebuah rute. Pelari biasanya menggunakannya untuk memindahkan rute dari peta ke aplikasi olahraga, smartwatch, atau perangkat navigasi.
Kamu bisa membuat file GPX sendiri dengan menggambar rute pada peta, memeriksa jarak dan elevasi, lalu mengekspornya. Panduan ini membahas proses tersebut dan hal yang perlu dicek sebelum file dipakai.
Kapan file GPX berguna?
File GPX cocok untuk:
- Menyimpan rute latihan.
- Mengirim rute kepada teman lari.
- Memindahkan jalur ke smartwatch atau aplikasi navigasi.
- Membuat rencana rute untuk trail run atau perjalanan baru.
- Membandingkan beberapa pilihan jalur sebelum berlari.
GPX adalah format rute, bukan bukti bahwa suatu aktivitas sudah dilakukan. Setelah mengimpor rute ke perangkat, tetap gunakan perangkat tersebut untuk navigasi atau merekam latihan yang benar-benar kamu lakukan.
Cara membuat file GPX online
- Buka pembuat rute GPX Fakepace — gratis dan tanpa akun.
- Cari lokasi awal pada peta — misalnya Gelora Bung Karno di Jakarta, Taman Bungkul di Surabaya, atau Boulevard UGM di Yogyakarta.
- Klik beberapa titik mengikuti jalan atau jalur yang ingin dilewati. Auto-snap menempelkan titik ke jalan; matikan kalau kamu menggambar di lintasan atau trail.
- Tambahkan lebih banyak titik pada belokan agar jalurnya akurat.
- Periksa jarak total dan total tanjakan di panel sebelah.
- Pastikan rute tidak melewati jalan privat, tol, sungai, atau area terlarang.
- Beri nama rutenya, lalu klik Unduh GPX.
Untuk perencanaan sederhana, kamu juga bisa mulai dari cara membuat rute lari di Google Maps. Google Maps membantu menemukan lokasi, sedangkan route builder khusus lebih praktis untuk mengikuti jalan dan mengecek elevasi.
Hal yang perlu dicek sebelum ekspor
1. Arah dan titik awal
Pastikan titik awal benar-benar berada di tempat yang mudah dicapai. Jika memakai smartwatch, perhatikan apakah perangkat membutuhkan titik awal yang sangat dekat dengan lokasi kamu berdiri.
2. Total jarak
Jarak pada peta adalah perkiraan. GPS perangkat dapat mencatat jarak sedikit berbeda karena variasi jalur, sinyal, dan cara perangkat menyederhanakan titik koordinat.
3. Elevasi
Periksa jumlah tanjakan dan turunan. Dua rute dengan jarak sama bisa memiliki tingkat kesulitan yang berbeda jika elevasinya tidak sama.
4. Kondisi jalan
Peta tidak selalu mengetahui perubahan terbaru. Cek jalan yang sedang dibangun, penutupan jalan, penerangan, trotoar, dan aturan akses setempat.
5. Jumlah titik
Terlalu sedikit titik dapat membuat jalur memotong tikungan. Terlalu banyak titik dapat membuat file lebih berat atau sulit diedit. Tambahkan titik pada bagian yang berubah arah, bukan di setiap meter.
Cara memasukkan GPX ke smartwatch atau aplikasi
Setiap perangkat memiliki menu berbeda, tetapi alurnya biasanya seperti ini:
- Buka aplikasi pendamping smartwatch atau perangkat GPS.
- Cari menu Routes, Courses, atau Navigation.
- Pilih Import GPX atau unggah file dari penyimpanan.
- Tunggu sinkronisasi ke perangkat.
- Buka rute pada perangkat dan pastikan titik awal serta arah jalurnya benar.
- Mulai navigasi saat sudah berada di tempat yang aman.
Jangan mengikuti navigasi sambil terus melihat layar saat menyeberang jalan. Berhenti di tempat aman jika perlu memeriksa arah.
GPX, TCX, dan FIT: apa bedanya?
- GPX: umum untuk berbagi rute dan koordinat.
- TCX: dapat menyimpan struktur aktivitas dan beberapa metrik tambahan, bergantung pada file.
- FIT: format biner yang banyak dipakai perangkat olahraga dan dapat menyimpan berbagai data aktivitas.
Pilih GPX jika kebutuhanmu adalah navigasi atau berbagi jalur. Jika kamu ingin memahami perbedaan format aktivitas, baca panduan upload TCX ke Strava, yang juga menjelaskan GPX dan FIT.
Masalah yang sering terjadi
Rute tidak muncul
Pastikan file benar-benar berformat .gpx, bukan file teks yang hanya diganti namanya. Coba impor ulang melalui menu Routes atau Courses, bukan menu upload aktivitas.
Rute memotong jalan
Tambahkan titik di tikungan dan cek kembali jalur pada peta. Beberapa aplikasi akan menyederhanakan garis ketika mengimpor file.
Jarak di perangkat berbeda
Perbedaan kecil adalah normal. Perangkat dapat menghitung jarak dari track GPS aktual, sementara route builder menghitung garis dan data jalan dari peta.
Elevasi tidak sama
Sumber data elevasi dapat berbeda antar aplikasi. Jadikan angka elevasi sebagai perkiraan untuk merencanakan tingkat kesulitan, bukan nilai mutlak.
Ringkasan
Untuk membuat file GPX, gambar rutenya di pembuat rute, periksa jalur, jarak, elevasi, dan kondisi jalan, lalu unduh filenya. Impor file itu ke perangkat yang mendukung navigasi rute dan cek hasilnya sebelum mulai berlari.
Gunakan GPX untuk merencanakan atau menavigasi rute. Untuk mengunggah aktivitas yang benar-benar direkam, gunakan file dari perangkat atau aplikasi yang kamu pakai.
Tanya jawab
- Apa itu file GPX untuk rute lari?
- GPX adalah format file yang menyimpan titik koordinat rute. Aplikasi olahraga dan perangkat GPS dapat membaca file ini untuk menampilkan jalur, jarak, dan kadang-kadang data elevasi.
- Bagaimana cara membuat file GPX?
- Gambar rutenya di peta memakai pembuat rute GPX, periksa jalur, jarak, dan elevasinya, lalu klik unduh. Simpan filenya dan impor ke aplikasi atau perangkat yang mendukung GPX.
- Apakah GPX bisa diunggah ke Strava?
- Strava dapat menerima GPX sebagai file aktivitas melalui situs webnya. Namun, file GPX biasanya lebih cocok untuk rute dan koordinat; untuk aktivitas dengan metrik tambahan, format TCX atau FIT bisa lebih sesuai.
- Apakah file GPX berisi pace dan detak jantung?
- GPX terutama menyimpan koordinat dan waktu. Dukungan pace, detak jantung, cadence, dan metrik lain bergantung pada struktur file serta aplikasi yang membacanya.